Home

Senin, 30 Mei 2011

KONSEP ISTIRAHAT TIDUR


PENGERTIAN
  • Istirahat merupakan  keadaan yang tenang, relaks tanpa tekanan emosional dan bebas kegelisahan (Narrow, 1967 : 1645)
  • Istirahat adalah kondisi dimana tubuh berada dalam status aktivitas yang rendah  dengan konsekwensi / dampak perasaan menjadi refreshed
  • Tidur merupakan  suatu keadaan tidak sadar yang dialami seseorang, yang dapat dibangungklan  kembali dengan indra rangsangan yang cukup (Guyton, 1981 : 679)
  • Tidur adalah status perubahan kesadaran sehingga memerlukan stimulasi dengan tingkatan yang berbeda untuk bangun

FUNGSI ISTIRAHAT TIDUR
  • Untuk menjaga keseimbangan mental emosional dan kesehatan
  • Instrospeksi diri, dimana tidur akan mengulang (review) kembali kejadian-kejadian sehari
  • Mengembalikan organ tubuh kefungsi optimal secara fisiologis
  • Tidur bangung secara jelas belum diketahui

KEBUTUHAN ISTIRAHAT TIDUR
Istirahat dan tidur merupakan  suatu kebutuhan bagi semua orang, untuk dapat berfungsi secara optimal maka setiap orang memerlukan istirahat tidur yang cukup. Begitu pula bagi orang yang sedang sakit, mereka juga memerlukan istirahat dan tidur yang memadai. Namun dalam keadaan sakit  kadang-kadang tidur seseorang biasanya terganggu akibat penyakit yang dideritanya, sehingga peran perawat sangat diperlukan guna membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan tidur klien.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ISTIRAHAT TIDUR
Menurut Narrow, 1967 : 1645, rasa mengantuk seseorang dapat istirahat sewaktu mereka :
-    Merasa bahwa segala sesuatu dapat diatasi
-    Merasa diterima
-    Mengetahui apa yang sedang terjadi
-    Bebas dari gangguan dan ketidaknyamanan
-    Mempunyai rencana-rencana yang cukup memuaskan
-    Mengetahui adanya bantuan seaktu memerlukan

Faktor lain yang dapat mempengaruhi tidur :
a.   Pertumbuhan dan perkembangan
b.   Aktivitas
c.   Stress psikologis
d.   Motivasi
e.   Diet asam amino dapat meningkatkan tidur
f.    Alkohol
g.   Cafein è stimulasi sistem saraf
h.   Faktor lingkungan, lingkungan yang asing
i.    Gaya hidup
j.    Penyakit tertentu
k.   Obat-obatan



FISIOLOGIS TIDUR

Terdapat 2 sistem  dalam medulla obolongata yang berperan dalam  aktivitas tiudr yaitu : -  Reticular activitas system (RAS)
-  Bulbar Synchronizing region è untuk mengatur siklus tidur
Stimulus pada corteks cerebri :
-    Hipotalamus : pusat pengawasan aktivitas involuntary
-    Neurotransmitter : noreefinefrine, acetylcholine dan fungsi hormon pada saat seseorang tidur

Tidur è Irama biologic tubuh yang kompleks


 



- Jika irama fisiologik & psikologis meningkat atau lebih aktif è individu bangun
- Jika irama menurun è individu tidur

TAHAP-TAHAP TIDUR
Penelitian membuktikan ada 2 tahap irama dari tidur, yang didasarkan pada pemeriksaan : EEG (Elektro Encepalografi), EOG (Elektro Ovculografi), EMG (Elektro Myografi), yaitu :

1.   Tidur REM (Rapid Eye Movement = gerakan mata lambat), Adalah tidur dalam kondisi aktif (paradoksial).
a.     Lebih sulit dibangunkan dibandingkan dengan tidur NREM
b.     Dewasa normal ; REM : 20% - 25% dari tidur malamnya
c.     Jika individu terbangun pada tidur REM, maka biasanya terjadi mimpi
d.     Tidur REM penting è keseimbangan mental emosi dan berperan dalam  belajatr memory adaptasi

Karakteristik tidur REM :
1.      Mata : dari back and forth quickly (cepat)
2.      Otot-otot : kendor, otot besar immobilisasi (paralisis)
3.      Pernafasan : irreguler, kadang lebih cepat
4.      Nadi : cepat dan irreguler
5.      TD : meningkat / fluktuasi
6.      Sekresi gastric : meningkat
7.      Metabolisme : meningkat, suhu tubuh naik
8.      Siklus tidur : sulit dibangungkan, masuk pada tahap II NREM
9.  Saraf parasimpatis bekerja selama tidur REM. Dalam tidur REM diperkirakan terjadi proses penyimpangan  secara mental yang digunakan sebagai pelajaran adaptasi psikologis dan memory (Hayter, 1980)

2.      Tidur NREM 9non rapid Eye Movement)
      Tidur NREM adalah tidur yang nyaman dan dalam
      Tanda tanda tidu4 NREM :
  •  Mimpi berkurang
  •  Keadaan istirahat
  •  TD menurun
  •   Kecepatan pernafasan  menurun
  •   Metabolisme menurun
  •   Gerakan nafas lambat



      Tahap tahap tidur NREM :

a.      Tahap I
-          Tahap transisi antara bangun dan tidur
-          Relaks, masih sadar dengan lingkungan
-          otot involuntary
-          Normal pada tahap ini berakhir hanya pada beberapa menit
-          Mudah terbangun
-          5% dari toatl tidur

b.      Tahap II
-              Individu jatuh pada tahap tidur ringan
-              proses tubuh terus menurun
-              mata masih bergerak-gerak
-              Suhu tubuh terus dan metabolisme menurun
-              berlangsung pendek dan berakhir 10-15 menit

c.       Tahap III
-         Tidur dalam
-         Dibanbunkan tidak sukar
-         Pernafasabn menurun dan proses tubuh akibat didominasi sistem  saraf parasimpatik

d.      Tahap IV
-         Tidur semakin dalam
-         Sulit dibangungkan jarang bergerak
-         Perubahan fisiologis
-         Nadi dan pernafasan menurun dan TD menurun
-         Metabolisme lambat

PROSES KEPERAWATAN ISTIRAHAT TIDUR

PENGKAJIAN
  1. kebiasan tidur
waktu tidur dan banung, Jumlah jam tidur, Kualitas tidur, Apakah ada kesulitan untuk memenuhi tifdur, apakah sulit bangun pada saat tidur dan sulit untuk tidur lagi.


  1. dampak tidur terhadap fungsi sehari-hari
Tingkat energi è mampu melaksanakan aktiivtas sehari-hari, apa yang bisa anda lakukan untuk membantu tidur, apakah anda menggunakan obat-obatan untuk membantu tidur.


  1. Alat bantu tidur
Apa yang anda lakukan  sebelum untuk memenuhi tidur, apa yang bisa  anda lakukan untuk membantu tidur, apa anda pergunakan obat-obatan untuk membantu tidur.


  1. Tanda-tanda klinis kekeurangan istirahat tidur :
-       mengungkapkan rasa capai
-       Mudah tersinggung dan kurang santai
-       Apatis
-       Warna kehitam-hitaman pada skeityar mata, konjungtiva nerah
-       Sering kurang perhatian
-       Pusing dna kadang mual
  1. Tahap-tahap perkembangan :

TINGKAT PERKEMBANGAN
POLA TIDUR NORMAL
-         BBL
-         Bayi
-         1 s/d 3 tahun
-         3 s/d 65 tahun
-         Akil balig
-         Dewasa muda
-         Dewasa pertemngahan
-         Dewasa tua (60 tahun ketaas)
14 – 18 jam / hari
12 – 14 jam / hari
11 – 12 jam / hari
11 jam / hari
7  – 8,5 jam / hari
7 - 8 jam / hari
7– 8 jam / hari
6 jam / hari

  1. Faktor yang mempengaruhi tidur
  •  Penyakit serta rasa nyeri
  • Keadaan lingkungan yang tidak nyaman dan tidak tenang
  •  Kelelahan
  •  Emosi tidak stabil
  • Jenis obat obatan
  •  Alkohol

DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.          Insomnia B/D stress, nyeri, ketidaknyamanan
2.          gangguan tidur
3.          cemas B/D tidak mampu untuk tidur
4.          gangguan rasa nyaman B/D penyimpangan tidur
5.          tidak efektifnya coping individual B/D insomnia
6.          Gangguan konsep diri B/D efek penyimpangan tidur  hipersomnia
7.          Risiko injury B/D narkolepsi

PERENCANAAN

Tujuan perencanana adalah :
  • Memenuhi kebutuhan tidur
  • Mencegah kelelahan 
  • Menjaga kesimbangan aktivitas tidur dan istirahat 
  • Menghemat energi fisik dan mental dan emosional
Tindakan keperawatan antara lain :
1.      Pada bayi è siapkan tempat tidur yang nyaman dan lembut, datar
2.      Posisi tidur diatur senyaman mungkin
3.      suhu ruangan diatur senaymaan mungkin
4.      lampu tidak langusng mengenai mata
5.      Tubuh bayi diusahakan tetap kering dan nyaman
6.      Dewasa : relaksasi sebelum tidur
7.      Memberikan kesempatan kebiasaan-kebiasaan sebagai pengiring tidur
8.      Posisi tidur nyaman

EVALUASI

1.      Tidur 8 jam tanpa terbangun dna terjaga
2.      mempunyai tenaga yang cukup untuk berjalan
3.      menunjukkan keadaan mental dan emosional yang baik, tidak bingung dan mudah tersinggung

Makalah Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Penyakit tropis merupakan penyakit yang ditemukan didaerah tropis, hal ini karena Serangga seperti nyamuk dan lalat yang pembawa penyakit yang paling umum, atau vector aktif pada daerah beriklim tropis. Serangga ini dapat membawa parasit, bakteri atau virus yang menular kepada manusia dan hewan. Salah satu yang menyerang manusia adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau disebut juga Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali daerah-daerah yang memiliki ketinggian lebih dari seribu meter dari permukaan air laut.
Hampir setiap tahunnya di Indonesia ada saja orang yang terjangkit penyakit DBD. Hal ini membuktikan bahwa sebagian masyarakat masih kurang sadar terhadap kebersihan lingkungan serta lambatnya pemerintah dalam mengantisipasi dan merespon terhadap merebaknya kasus DBD ini.
Masyarakat seringkali salah dalam mendiagnosis penyakit DBD ini dengan penyakit lain seperti flu atau typhus. Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bersifat asistomatik atau tidak jelas gejalanya. Pasien DBD biasanya atau seringkali menunjukkan gejala batuk, pilek, muntah, mual maupun diare.
Masalah bisa bertambah karena virus DBD dapat masuk bersamaan dengan infeksi penyakit lain seperti flu atau typhus. Oleh karena itu, permasalahan DBD masih belum mencapai titik terang hingga sekarang.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan penyakit DBD ?
2.      Apa penyebab penyakit DBD ?
3.      Apa gejala-gejala yang akan ditimbulkan penyakit DBD ?
4.      Bagaimana cara pencegahan dan pengobatan yang tepat bagi penderita penyakit DBD ?

C.    Tujuan
1.      Mengetahui pengertian penyakit Demam Berdarah Dengue dan gejala-gejala yang ditimbulkan.
2.      Mengetahui penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue tersebut serta cara pencegahan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue.
3.      Agar masyarakat lebih mewaspadai bahaya dari penyakit Demam Berdarah Dengue.
4.      Agar tidak ada lagi kesalahpahaman dalam mendiagnosis penyakit Demam Berdarah Dengue dalam lingkungan masyarakat awam, sehingga mampu melakukan langkah-langkah pengobatan terhadap penyakit DBD dengan benar.

BAB II
ISI

A.    Pengertian
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. 

B.     Penyebab Penyakit Demam Berdarah Dengue
Penyakit Demam Berdarah Dengue ini disebabkan oleh empat macam virus dengue dengan tipe Den 1, Den 2, Den 3, dan Den 4. Keempat virus tersebut dalam group B Arthropod Borne Viruses (Arboviruses). Dan keempat tipe virus tersebut telah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia antara lain Jakarta dan Yogyakarta.
Dari empat tipe virus yang banyak berkembang di masyarakat adalah virus dengue dengan tipe Den 1 dan Den 3.
Keempat tipe virus tersebut merupakan genus dari flaviverus famili flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi – silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Penyakit Demam Berdarah Dengue atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ini disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. 

C.    Gejala-Gejala Yang Ditimbulkan Oleh Demam Berdarah Dengue
Pada awal serangan penderita Demam Berdarah Dengue memiliki hal-hal sebagai berikut :
1.      Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 0C – 40 0C)
2.      Manifestasi pendarahan, dengan bentuk uji tourniquet positif puspura pendarahan, konjungtiva, epitaksis, melena, dsb.
3.      Hepatomegali (pembesaran hati)
4.      Syok, tekan nadi turun menjadi 20 mmHg atau kurang, tekanan sistolik sampai 80 mmHg atau lebih rendah.
5.      Trombositopeni, pada hari ke 3-7 ditemukan penurunan trombosit sampai 100.000 / mm3.
6.      Hemokonsentrasi, meningkatnya nilai hematokrit.
7.      Pendarahan hidung dan gusi.
8.      Rasa sakit pada otot dan persendian, timbul bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.

D.    Cara-cara Pencegahan dan Pengobatan

1.      Cara Pencegahan
Penyakit Demam Berdarah Dengue dapat dicegah dengan memberantas jentik-jentik nyamuk demam berdarah (Aedes Aegypti) dengan cara PSN (pemberantasan sarang nyamuk). Upaya ini merupakan cara yang paling mudah, murah, ampuh, terbaik dan dapat dilakukan oleh masyarakat dengan cara sebagai berikut :
a.       Membersihkan atau menguras tempat penyimpanan air seperti : bak mandi, drum, vas bunga, tempat minum burung, perangkat semut, dan lain-lain sekurang-kurangnya satu minggu sekali.
b.      Tutuplah tempat penampungan air dengan rapat, agar supaya nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak di tempat itu.
c.       Kuburlah atau buang pada tempatnya barang-barang bekas seperti : kaleng bekas, ban bekas, botol-botol pecah dan barang yang lainnya yang dapat menampung air hujan agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
d.      Tutuplah lubang-lubang pada pagar yang terbuat dari bambu dengan tanah atau adukan semen.
e.       Lipatlah kain atau pakaian yang bergelantungan dalam kamar agar nyamuk tidak hinggap di situ.
f.       Untuk tempat-tempat yang tidak mungkin atau sulit untuk dibersihkan dan dikuras, taburkanlah bubuk ABATE ke dalam genangan air tersebut yang fungsinya untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.

Selain 6 cara di atas, cara memberantas nyamuk Aedes Aegypti dapat juga dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
a.       Penyemprotan menggunakan zat kimia
b.      Pengasapan dengan insektisida
c.       Memutus daur hidup nyamuk dengan menggunakan ovitrap dan memelihara ikan cupang atau ikan pemakan jentik

Untuk memberantas jentik-jentik nyamuk dapat menggunakan serbuk ABATE, dengan komposisi takaran 1 gram serbuk ABATE untuk 10 liter air.
Cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue adalah dengan mengkombinasikan cara-cara di atas, yang disebut dengan “3 M PLUS” yaitu menutup, menguras, menimbun. Selain itu juga melakukan beberapa plus lainnya yang sesuai dengan kondisi setempat.

2.      Cara-cara Pengobatan
Pengobatan penderita penyakit Demam Berdarah Dengue dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a.       Untuk mengantisipasi demam dapat diberikan Paracetamol.
b.      Penderita diberi minum sebanyak 1,5 liter – 2 liter dalam 24 jam seperti : air teh, gula sirup, jus buah-buahan atau susu.
c.       Sebagai pertolongan pertama dapat diberi Oralit (garam elektrolit) kalau perlu 1 sendok makan tiap 3-5 menit.
d.      Apabila kadar hemotokrit turun sampai 40% muka harus diinfus Nacl atau ringer.
e.       Antibiotik boleh diberikan apabila terjadi infeksi sekunder.
f.       Pada saat penderita syok atau pingsan maka boleh diberikan oksigen.
g.      Transfusi darah boleh diberikan apabila penderita mengalami pendarahan yang signifikan.
h.      Penggantian cairan tubuh.

Hal yang perlu diperhatikan saat pemberian cairan pengganti tubuh atau infus, harus diawasi selama 24 jam sampai dengan ditandai jumlah urine cukup, denyut nadi yang kuat dan tekanan darah membaik. Apabila pemberian cairan intravena diteruskan setelah ada tanda-tanda tersebut maka akan terjadi over hidrasi yaitu dapat mengakibatkan meningkatnya jumlah cairan dalam pembuluh darah, edema paru-paru dan gagal jantung.


















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan         
Dari pembahasan dalam paper di atas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Demam Berdarah Dengue adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria.
2.   Penyebab penyakit DBD di Indonesia adalah virus dengue dengan tipe Den 1, Den 2, Den 3, dan Den 4.
3.   Perlunya kewaspadaan yang tinggi terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue terutama pada waktu musim penghujan.
4.  Cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M PLUS.

B.     Penutup               
Dalam upaya mengatasi penyakit Demam Berdarah Dengue ada beberapa saran dari penulis yang dapat diikuti, diantaranya :
1.  Bagi setiap masyarakat hendaknya mau menerapkan pola hidup sehat serta menjaga kebersihan lingkungan.
2.   Hendaknya diberikan penyuluhan dan bimbingan terhadap para siswa di sekolah tentang penyakit Demam Berdarah Dengue.
3.    Perlunya dilakukan 3M PLUS yaitu menutup, menguras, menimbun serta beberapa plus-plus lainnya seperti memelihara ikan cupang atau ikan pemakan jentik.
4.   Early Warning Outbreak Recognition System (EWORS) perlu dilakukan secara berdaya guna dan berhasil guna.




DAFTAR PUSTAKA

Harian Kompas, 11 Maret 2004
Harian Radar Mojokerto, 24 Januari 2009
http://www.depkes.go.id Dirjen PPM-PL Depkes 2004 Kebijaksanaan Program P2 DBD dan Situasi Terkini DBD di Indonesia
http://www.geocities.com/mitra-sejati-2000/dbd.htm, konsultasi “bagaimana cara mengenali demam berdarah ?”
http://id.wikipedia.org/wiki/demam berdarah
http://www.litbang.depkes.go.id/maskes/05-2004/demamberdarah.htm