Home

Minggu, 06 Mei 2012

Varicella (Chickenpoc, cacar air)

 A.    Definisi Varicella
Varicella (cacar air) adalah penyakit yang ringan, sangat mudah menular, khususnya pada anak-anak, ditandai dengan erupsi vesikuler pada kulit yang merata juga pada membran mukosa.Tersebar kosmopolit, penyakit ini bisa berat pada orang dewasa dan anak dengan imunokompromi. Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella zoster. Varicella merupakan penyakit akut yang mengikuti kontak primer dengan Varicella Zoster Virus (VZV) dan di transmisikan secara aerogen. Disebut juga cacar air (chiken pox).  

B.     Morfologi
Virus varicella zoster secara morfologis identik dengan virus herpes simplex yang berasal dari herpesvirus. Semua herpesvirus mempunyai inti dengan DNA untai ganda, dalam bentuk toroid, dikelilingi selubung protein yang membentuk simetri (tangkuk) ikosahedral dan mempunyai 162 kapsomer. Nukleokapsidnya di kelilingi amplop yang terbentuk dari membran nukleus sel yang terinfeksi dan mengandung duri-duri glikoprotein  virus yang panjangnya 8 nm. Suatu struktur yang tak beraturan, kadang-kadang asimetri diantara kapsid dan amplop, membentuk selubung. Bentuk beramplop berukuran 150-200 nm, sedangkan virion telanjang berukuran 100 nm.

C.    Genum
Genum DNA untai ganda (124-235 kbp) berbentuk lurus. Genum herpesvirus memiliki ujung dan deretan internal yang berulang-ulang. Komposisi basa DNA herpes virus bervariasi mulai dari 30-75% (G+C).
Genum herpesvirus besar dan mengkode setidaknya 100 protein yang berbeda, untuk ini lebih dari 35 polipeptida terlibat dalam struktur partikel virus; beberapa merupakan bagian dari amplop virus

D.    Klasifikasi
Klasifikasi anggota herpes virus sangat kompleks. Pembagian kedalam subfamily berdasarkan pada sifat-sifat biologis agen (tabel di bawah).

Subfamili (herpesvirinae)
Sifat-sifat Biologis
Genus
(virus)
Contoh
Siklus pertumbuhan dan sitopatologi
Infeksi Laten
Nama resmi (herpesvirus)
Nama umum
Alfa
Pendek, sitolitik
Saraf
Simplex
1
2
Virus herpes simplex tipe1
Virus herpes simplex tipe2
varicello
3
Virus varicella zoster
Beta
Panjang, cytomegalik
Kelenjar,ginjal
cytomegalo
5
Cytomegalovirus
Panjang, limfoproliferatif
Jaringan limfoid
reseolo
6
7
Herpesvirus manusia 6
Herpesvirus manusia 7
Gamma
Bervariasi, limfoproliferatif
Jaringan limfoid
lymphocrypto
4
Virus Epstein Barr
Rhadino
8
Herpesvirus penyebab sarkoma Kaposi

Herpesvirus alfa tumbuh cepat, merupakan virus sitolitik yang cenderung menjdai infeksi laten dalam saraf; anggotanya adalah virus herpes simplex (genus virus simplex) dan virus varisella zoster (genus varisello virus). Herpesvirus beta tumbuh lambat dan bersifat sitomegalik dan menjadi laten dalam kelenjar sekresi dan ginjal; sytomegalovirus dikelompokkan dalam genus sitomegalovirus. Dalam genus roseolovirus, adalah herpesvirus manusia 6 dan 7; menurut kriteria biologis, mereka lebig mirip herpesvirus gamma karena mereka menginfeksi limfosit (T limfotropik), tetapi analisis molekuler dari genom mereka menyatakan bahwa merekala lebih dekat hubungannya dengan herpesvirus beta. Herpesvirus gamma, contohnya herpesvirus ebstein-barr (lymphocryptovirus), menginfeksi sel-sel limfoid dan menjadi laten di dalamnya. Herpesvirus yang menyebabkan sarkoma Kaposi, yang di tujukan sebagai herpesvirus manusia 8, dikelompokkan Rhadinovirus.



E.     Patogenesis dan Manifestasi Klinis
1.      Patogenesis
Infeksi virus masuk bersama airbone droptlet  ke traktus respiratorius (melalui mukosa saluran pernafasan) yang selanjutnya akan berkembang di dalam system retikoluendotelial (jaringan kelenjar regional).
Setelah empat sampai enam hari infeksi,  akan terjadi viremia awal dengan virus menginfeksi dan berkembang biak di organ, seperti hati, limpa. Kurang lebih 10 – 12 hari, terjadi viremia kedua dimana pada saat tersebut virus bisa mencapai kulit. Ruam muncul sesudah 14 hari infeksi.
2.      Manifestasi Klinis
Setelah masa inkubasi (14 – 21 hari) akan muncul panas, lemah, tidak mau makan, sakit kepala dan kadang diikuti sakit perut yang ringan muncul 24 – 48 jam sebelum timbulnya ruam, yang sering dijumpai pada anak. Peningkatan suhu tubuh biasanya sedang, tetapi terkadang bisa tinggi. Gejala ini biasanya bertahan 2 – 4 hari sesudah ruam muncul. Kekeruhan dan umbilikasi muncul setelah 24 – 48 jam.
Pada beberapa anak, lesi bisa mengenai daerah oropharynx dan vagina, kelainan pada kelopak mata dan konjungtiva, tetapi gangguan mata yang serius jarang dijumpai. Pada anak yang berumur lebih tua dan orang dewasa, lesi kulit muncul 2 – 3 hari setelah demam, malaise, sakit kepala, anorexia.  Lesi awal terutama pada badan kemudian menyebar ke muka dan extremitas, dan juga dapat mengenai selaput lendir.
Lesi berupa macula eritema dalam beberapa jam akan berubah jadi papula, vesicula, pustula dan krusta setelah beberapa hari. Krusta yang pertama muncul diikuti penyebaran dari kelainan kulit pada tangan dan kaki dengan berbagai stadium. Sementara proses berlangsung muncul lagi vesikel baru sehingga menimbulkan gambaran yang polimorf.

F.     Gejala
Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbulah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil (makula )yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.
Vesikel baru timbul dengan cepat selama 2-4 hari berikutnya, sehingga semua tahap dari macula, papula, vesikel dan krusta dapat terlihat pada saat yang sama. Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.
Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. Kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. Setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.

G.    Penularan
Transmisi penyakit ini terjadi secara aerogen. Masa penularannya ± 7 hari. Varicella dapat menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Kontak langsung dapat terjadi melalui cairan pernapasan dan kontak langsung dengan kulit penderita. Ruam pada kulit sangat menular apabila  pecah. Kontak tidak langsung terjadi melalui udara. Udara yang terkontaminasi virus varicella dapat menyebabkan orang lain terserang cacar air. Orang dengan daya tahan tubuh rendah dapat terserang virus ini.

H.    Pencegahan.
Cacar air dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi diberikan pada kelompok-kelompok berikut:
Ø Penderita diberikan imunoglobulin zoster atau imunoglobulin varicella-zoster
Ø Anak-anak dengan usia 12-18 bulan yang belum pernah mengalami cacar air diberikan satu dosis vaksin
Ø Anak-anak dengan usia 19 bulan hingga 13 tahun yang belum pernah mengalami cacar air diberikan satu dosis vaksin
Ø Orang dewasa yang belum pernah mengalami cacar air dan bekerja atau tinggal di lingkungan yang sangat mudah terjangkit cacar air
Ø Wanita reproduktif yang belum pernah mengalami cacar air dan tidak dalam kondisi sedang hamil
Ø Orang dewasa dan remaja yang belum pernah mengalami cacar air dan tinggal dengan anak-anak
Ø Orang yang hendak bepergian ke luar negeri dan belum pernah mengalami cacar air  


I.       Pengobatan dan Penanganan
Pengobatan dilakukan dengan  mengobati rasa gatal dan mencegah penggarukan, sebaiknya kulit dikompres dingin. Bisa juga dioleskan lotion kalamin, antihistamin, atau lotion lainnya yang mengandung mentol atau fenol.
Untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi bakteri, sebaiknya:
Ø      Kulit dicuci sesering mungkin dengan air dan sabun
Ø      Menjaga kebersihan tangan
Ø      Kuku dipotong pendek
Ø      Pakaian tetap kering dan bersih 
Pengobatan penyakit ini pada prinsip sama yaitu dengan diberikan obat antivirus dosis adekuat, vitamin, obat anti radang dan anti nyeri serta obat-obat topikal. Beberapa antivirus yang efektif yang melawan varicella meliputi acyclovir, vidirabine dan interferon leukosit. Acyclovir dapat mencegah pertumbuhan penyakit sistemik pada anak dengan imunosuppressan yang terinfeksi varicella, dan dapat menghentikan progresivitas zoster pada dewasa. Vidarabine menguntungkan pada orang dewasa dengan pneumonia varicella berat, anak-anak dengan imunokompromis yang terkena varicella, dan dewasa dengan zoster yang meluas.  Selain dari itu harus mendapat asupan gizi yang baik terutama protein agar dapat memperbaiki sel-sel dan saraf yang rusak.
Setelah sembuh, VZV tidak benar-benar hilang dari tubuh. Virus ini akan menetap di bagian saraf tertentu dan nantinya akan teraktivasi kembali dalam bentuk herpes zoster (cacar ular atau shingles). Herpes zoster ini umunya terjadi pada usia di atas 60 tahun dan pada sebagian kasus hanya terjadi sekali.


J.      Diagnosis Laboratorium
Dalam olesan (smear) dari garukan ataupun swab dasar vesikel yang diwarnai, terlihat giant cell berinti banyak. Ini tidak ditemukan pada vesikel nonherpes. Antigen virus intraseluler dapat dilihat dengan pengecatan imunofluoresen dari olesan yang sama.
Prosedur diagnostik yang cepat secara klinis berguna untuk virus varicella zoster. Virus herpes dapat dibedakan dari virus cacar (virus pox) melalui penampakan morfologis dalam cairan vesikuler yang diperiksa di bawah mikroskop elektron. Antigen spesifik virus varicella zoster atau DNA virus dapat terdeteksi dalam cairan vesikel, dalam ekstra krusta, atau dalam material biopsi.
Virus dapat diisolasi dari cairan vesikel menggunakan kultur sel manusia dalam 3-7 hari walaupun efek sitopatik kadang –kadang berkembang lebih lambat. Virus varicella zoster dalam cairan vesikel sangat labil dan kultur sel sebaiknya segera diinokulasikan.
Kenaikan titer antibodi spesifik dapat terdeteksi dalam serum pasien melalui berbagai tes, termasuk CF, Nt (dalam kultur sel), imunofluoresen indirek, dan enzim immunoassay. Pemilihan pengujian yang dipakai tergantung pada tujuan tes dan fasilitas laboratorium yang tersedia. Imunitas yang diperantarai sel penting, tetapi sulit diperlihatkan.









Daftar Pustaka
Brooks F. Geo,etc.2005.Mikrobiologi Kedokteran.Jilid 2. Jakarta Salemba Medika
Lubis P. Chairuddin,Prof. Varisela pada anak.fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara bag. Ilmu Kesehatan Anak.

Selasa, 14 Juni 2011

Bahaya Tidur Sambil Mendengarkan Musik

Kebiasaan tidur sambil mendengarkan musik, atau menonton televisi sampai tertidur, atau membiarkan lampu di ruangan menyala terang, memang sulit dihilangkan dan menurut sebagian orang kondisi seperti itu membuat mereka menjadi lebih cepat tertidur. Tetapi pada kenyataannya setelah terbangun mereka merasa lebih tegang (stress). Bahkan ada yang merasa seperti tidak tidur semalaman.

Penjelasannya: Pada saat kita tidur sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun, yaitu menjalankan sistem metabolisme tubuh. Pada malam hari, seiring menurunnya aktivitas tubuh, ritme gelombang otak pun mengalami penurunan. Namun apabila kita tidur sambil mendengarkan musik, televisi dalam keadaan hidup atau lampu ruangan sedang menyala terang, maka gelombang suara atau cahaya yang dipancarkan oleh peralatan tersebut tetap diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan kita. 

 
Gelombang suara diterima oleh alat pendengaran di dalam telinga dan gelombang cahaya tetap dapat menembus kelopak mata dan diterima oleh retina dan lensa mata . Gelombang-gelombang tersebut akan diteruskan ke otak kita. Otak yang harusnya beristirahat akan kembali terangsang untuk bekerja dan mengolah informasi yang masuk. Apabila hal ini berlangsung sepanjang malam, berarti kita hanya tidur menurut tubuh luar, tetapi tidak menurut otak. Otak akan terus bekerja mengolah informasi yang masuk tersebut. Jadi jangan biarkan otak Anda kelelahan karena harus tetap bekerja pada malam hari, sedangkan di siang hari otak juga akan diperas oleh kegiatan rutin kita.
 
source: http://semua-nyata.blogspot.com/2010/06/bahaya-tidur-sambil-mendengarkan-musik.html 

Cara Membuat Animasi Dengan Photoscape

Membuat animasi bergerak (type GIF) sangatlah mudah, kita hanya perlu kreaktifitas dan imajinasi yang tinggi serta ketelitian. Disamping itu butuh ketrampilan menggambar. Namun, kita tidak usah berfikiran terlalu jauh, cukup dengan kesederhanaan pun animasi bisa dibuat.


Membuat animasi GIF (AniGIF) memerlukan 2 aplikasi, yang pertama biasanya sudah tersedia di computer kita yaitu MS PAINT untuk membuat gambarnya (bisa dengan aplikasi lain seperti Photoshop) dan yang kedua membutuhkan aplikasi untuk menggabungkan gambar-gambar sehingga dapat bergerak, salah satunya PHOTOSCAPE.

Langkah-langkah membuat animasi yaitu sebagai berikut:

1. Kita buat gambar penyusunnya dulu. Kita harus membuat gambar penyusun minimal 2 untuk membuat animasi menjadi bergerak. Kebutuhan jumlah gambar penyusun tergantung dari jumlah gerakan yang berbeda. Mari kita buat menggunakan MS PAINT (Start ›› All Program ›› Accessories ›› Paint).

2. Buat ukuran bidang gambar yang kita kehendaki (Image ›› Attribute). Nantinya kita harus konsisten dalam ukuran tersebut pada gambar-gambar yang lain sebagai penyusun aniGIF, kalau tidak hasilnya akan tidak baik.

3. Mulailah menggambar karakter yang kita inginkan pada gambar penyusun pertama. Manfaatkan semua tool yang ada di samping kiri untuk memudahkan menggambar, dan isikan warna yang disediakan di bawah. Kemudian Save As dengan nama Kiss01.

Tutorial01
4. Buatlah Gambar kedua dengan bentuk yang sedikit berbeda, misalnya kita buat dengan mata terpejam. Caranya langsung ubah pada gambar tadi (tanpa membuka bidang gambar baru) dengan menghapus dan menggambar lagi bagian yang akan kita gerakkan (tidak menggambar ulang semua). Untuk animasi tingkat mahir, gambar dibuat ulang untuk mendapatkan gambar seperti berjalan atau lompat. Kali ini kita buat yang sederhana dulu…
Tutorial02
5. Setelah selesai membuat gambar penyusun yang kedua, Lakukan Save As dengan nama Kiss02. Buat gambar lain hingga penyusun animasi yang kita inginkan selesai.

6. Setelah kita membuat gambar penyusun, langkah selanjutnya menggabungkan kedua gambar tersebut dengan PHOTOSCAPE. Pada Menu Photoscape pilih menu AniGIF.

7. Cari gambar penyusun tadi di sebelah kiri atas, misalnya di My Picture, hasilnya akan terlihat di sebelah kiri bawah.

8. Langkah selanjutnya, pindahkan gambar (Drag and Drop) ke daerah ”drop your photo here” kemudian susun menurut urutan gerak yang dikehendaki.
Tutorial03
9. Setelah disusun, kita dapat mengatur lamanya gambar akan diam. Klik Change Time, pilih menyamaratakan waktu diam untuk semua gambar (Change display times of all frames) atau memilih gambar tertentu (Change only display time of the selected frame) dengan mengetikkan angka pada box Display Time. Setelah itu klik OK.

Tutorial04
10. Langkah Terakhir, Save…
11. Hasilnya…

Tutorial Animasi
Demikianlah langkah-langkah membuat AniGIF. Baik tidaknya animasi tergantung dari kreaktifitas kita dan keunikan. Baik buruknya gambar adalah nomor 2 yang terpenting isinya mudah dipahami. Animasi ini bisa juga dijadikan pendapatan sampingan kalau kita lihat celahnya, bisa dari animasi bercerita atau komik.
Selamat berkreasi…

source: http://rachmatullah83.wordpress.com/2009/06/19/tutorial-membuat-animasi-dengan-photoscape/

Senin, 30 Mei 2011

KONSEP ISTIRAHAT TIDUR


PENGERTIAN
  • Istirahat merupakan  keadaan yang tenang, relaks tanpa tekanan emosional dan bebas kegelisahan (Narrow, 1967 : 1645)
  • Istirahat adalah kondisi dimana tubuh berada dalam status aktivitas yang rendah  dengan konsekwensi / dampak perasaan menjadi refreshed
  • Tidur merupakan  suatu keadaan tidak sadar yang dialami seseorang, yang dapat dibangungklan  kembali dengan indra rangsangan yang cukup (Guyton, 1981 : 679)
  • Tidur adalah status perubahan kesadaran sehingga memerlukan stimulasi dengan tingkatan yang berbeda untuk bangun

FUNGSI ISTIRAHAT TIDUR
  • Untuk menjaga keseimbangan mental emosional dan kesehatan
  • Instrospeksi diri, dimana tidur akan mengulang (review) kembali kejadian-kejadian sehari
  • Mengembalikan organ tubuh kefungsi optimal secara fisiologis
  • Tidur bangung secara jelas belum diketahui

KEBUTUHAN ISTIRAHAT TIDUR
Istirahat dan tidur merupakan  suatu kebutuhan bagi semua orang, untuk dapat berfungsi secara optimal maka setiap orang memerlukan istirahat tidur yang cukup. Begitu pula bagi orang yang sedang sakit, mereka juga memerlukan istirahat dan tidur yang memadai. Namun dalam keadaan sakit  kadang-kadang tidur seseorang biasanya terganggu akibat penyakit yang dideritanya, sehingga peran perawat sangat diperlukan guna membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan tidur klien.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ISTIRAHAT TIDUR
Menurut Narrow, 1967 : 1645, rasa mengantuk seseorang dapat istirahat sewaktu mereka :
-    Merasa bahwa segala sesuatu dapat diatasi
-    Merasa diterima
-    Mengetahui apa yang sedang terjadi
-    Bebas dari gangguan dan ketidaknyamanan
-    Mempunyai rencana-rencana yang cukup memuaskan
-    Mengetahui adanya bantuan seaktu memerlukan

Faktor lain yang dapat mempengaruhi tidur :
a.   Pertumbuhan dan perkembangan
b.   Aktivitas
c.   Stress psikologis
d.   Motivasi
e.   Diet asam amino dapat meningkatkan tidur
f.    Alkohol
g.   Cafein è stimulasi sistem saraf
h.   Faktor lingkungan, lingkungan yang asing
i.    Gaya hidup
j.    Penyakit tertentu
k.   Obat-obatan



FISIOLOGIS TIDUR

Terdapat 2 sistem  dalam medulla obolongata yang berperan dalam  aktivitas tiudr yaitu : -  Reticular activitas system (RAS)
-  Bulbar Synchronizing region è untuk mengatur siklus tidur
Stimulus pada corteks cerebri :
-    Hipotalamus : pusat pengawasan aktivitas involuntary
-    Neurotransmitter : noreefinefrine, acetylcholine dan fungsi hormon pada saat seseorang tidur

Tidur è Irama biologic tubuh yang kompleks


 



- Jika irama fisiologik & psikologis meningkat atau lebih aktif è individu bangun
- Jika irama menurun è individu tidur

TAHAP-TAHAP TIDUR
Penelitian membuktikan ada 2 tahap irama dari tidur, yang didasarkan pada pemeriksaan : EEG (Elektro Encepalografi), EOG (Elektro Ovculografi), EMG (Elektro Myografi), yaitu :

1.   Tidur REM (Rapid Eye Movement = gerakan mata lambat), Adalah tidur dalam kondisi aktif (paradoksial).
a.     Lebih sulit dibangunkan dibandingkan dengan tidur NREM
b.     Dewasa normal ; REM : 20% - 25% dari tidur malamnya
c.     Jika individu terbangun pada tidur REM, maka biasanya terjadi mimpi
d.     Tidur REM penting è keseimbangan mental emosi dan berperan dalam  belajatr memory adaptasi

Karakteristik tidur REM :
1.      Mata : dari back and forth quickly (cepat)
2.      Otot-otot : kendor, otot besar immobilisasi (paralisis)
3.      Pernafasan : irreguler, kadang lebih cepat
4.      Nadi : cepat dan irreguler
5.      TD : meningkat / fluktuasi
6.      Sekresi gastric : meningkat
7.      Metabolisme : meningkat, suhu tubuh naik
8.      Siklus tidur : sulit dibangungkan, masuk pada tahap II NREM
9.  Saraf parasimpatis bekerja selama tidur REM. Dalam tidur REM diperkirakan terjadi proses penyimpangan  secara mental yang digunakan sebagai pelajaran adaptasi psikologis dan memory (Hayter, 1980)

2.      Tidur NREM 9non rapid Eye Movement)
      Tidur NREM adalah tidur yang nyaman dan dalam
      Tanda tanda tidu4 NREM :
  •  Mimpi berkurang
  •  Keadaan istirahat
  •  TD menurun
  •   Kecepatan pernafasan  menurun
  •   Metabolisme menurun
  •   Gerakan nafas lambat



      Tahap tahap tidur NREM :

a.      Tahap I
-          Tahap transisi antara bangun dan tidur
-          Relaks, masih sadar dengan lingkungan
-          otot involuntary
-          Normal pada tahap ini berakhir hanya pada beberapa menit
-          Mudah terbangun
-          5% dari toatl tidur

b.      Tahap II
-              Individu jatuh pada tahap tidur ringan
-              proses tubuh terus menurun
-              mata masih bergerak-gerak
-              Suhu tubuh terus dan metabolisme menurun
-              berlangsung pendek dan berakhir 10-15 menit

c.       Tahap III
-         Tidur dalam
-         Dibanbunkan tidak sukar
-         Pernafasabn menurun dan proses tubuh akibat didominasi sistem  saraf parasimpatik

d.      Tahap IV
-         Tidur semakin dalam
-         Sulit dibangungkan jarang bergerak
-         Perubahan fisiologis
-         Nadi dan pernafasan menurun dan TD menurun
-         Metabolisme lambat

PROSES KEPERAWATAN ISTIRAHAT TIDUR

PENGKAJIAN
  1. kebiasan tidur
waktu tidur dan banung, Jumlah jam tidur, Kualitas tidur, Apakah ada kesulitan untuk memenuhi tifdur, apakah sulit bangun pada saat tidur dan sulit untuk tidur lagi.


  1. dampak tidur terhadap fungsi sehari-hari
Tingkat energi è mampu melaksanakan aktiivtas sehari-hari, apa yang bisa anda lakukan untuk membantu tidur, apakah anda menggunakan obat-obatan untuk membantu tidur.


  1. Alat bantu tidur
Apa yang anda lakukan  sebelum untuk memenuhi tidur, apa yang bisa  anda lakukan untuk membantu tidur, apa anda pergunakan obat-obatan untuk membantu tidur.


  1. Tanda-tanda klinis kekeurangan istirahat tidur :
-       mengungkapkan rasa capai
-       Mudah tersinggung dan kurang santai
-       Apatis
-       Warna kehitam-hitaman pada skeityar mata, konjungtiva nerah
-       Sering kurang perhatian
-       Pusing dna kadang mual
  1. Tahap-tahap perkembangan :

TINGKAT PERKEMBANGAN
POLA TIDUR NORMAL
-         BBL
-         Bayi
-         1 s/d 3 tahun
-         3 s/d 65 tahun
-         Akil balig
-         Dewasa muda
-         Dewasa pertemngahan
-         Dewasa tua (60 tahun ketaas)
14 – 18 jam / hari
12 – 14 jam / hari
11 – 12 jam / hari
11 jam / hari
7  – 8,5 jam / hari
7 - 8 jam / hari
7– 8 jam / hari
6 jam / hari

  1. Faktor yang mempengaruhi tidur
  •  Penyakit serta rasa nyeri
  • Keadaan lingkungan yang tidak nyaman dan tidak tenang
  •  Kelelahan
  •  Emosi tidak stabil
  • Jenis obat obatan
  •  Alkohol

DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.          Insomnia B/D stress, nyeri, ketidaknyamanan
2.          gangguan tidur
3.          cemas B/D tidak mampu untuk tidur
4.          gangguan rasa nyaman B/D penyimpangan tidur
5.          tidak efektifnya coping individual B/D insomnia
6.          Gangguan konsep diri B/D efek penyimpangan tidur  hipersomnia
7.          Risiko injury B/D narkolepsi

PERENCANAAN

Tujuan perencanana adalah :
  • Memenuhi kebutuhan tidur
  • Mencegah kelelahan 
  • Menjaga kesimbangan aktivitas tidur dan istirahat 
  • Menghemat energi fisik dan mental dan emosional
Tindakan keperawatan antara lain :
1.      Pada bayi è siapkan tempat tidur yang nyaman dan lembut, datar
2.      Posisi tidur diatur senyaman mungkin
3.      suhu ruangan diatur senaymaan mungkin
4.      lampu tidak langusng mengenai mata
5.      Tubuh bayi diusahakan tetap kering dan nyaman
6.      Dewasa : relaksasi sebelum tidur
7.      Memberikan kesempatan kebiasaan-kebiasaan sebagai pengiring tidur
8.      Posisi tidur nyaman

EVALUASI

1.      Tidur 8 jam tanpa terbangun dna terjaga
2.      mempunyai tenaga yang cukup untuk berjalan
3.      menunjukkan keadaan mental dan emosional yang baik, tidak bingung dan mudah tersinggung